Tak dapat dipungkiri. Kini kita telah berada di detik-detik penghabisan bangku perkuliahan, Bukan lagi anak yang bau kencur. Anak bau kencur, yang taunya hanya tertawa. Ya, itulah kita. Tertawa di mana saja, Tak menghiraukan orang terganggu dengan kikikan gelak tawa kita. Namun, ketidakhirauan itu berbuah manis, orang disekeliling (dalam angkot) tertawa bersama kita walaupun kita tak mengenal siapa mereka sebenarnya.
Aku masih ingat. Semua bermula 17 Mei 2012, dengan kegilaan yang kita buat. Tak sengaja kegilaan itu menghasilkan sebuah singkatan "TD". Dan itu kita sematkan dinama kita masing-masing. Diurutkan berdasarkan umur. Dwiyona Ariesningsih yang tua di antara kita. Walaupun ketuannya tidak sampai bertahun-tahun, hanya hitungan bulan. Cewek yang cuek tapi perhatiannya luar biasa ini dinobatkan menjadi TD 1. Riska Erza Yunanda yang berada ditengah-tengah antara kita dinobatkan menjadi TD 2. Sedangkan aku TD 3. Indahnya, sampai sekarang, belum ada satu orang pun yang tau apa arti dari TD sebenarnya selain kita.
Semua itu aku rindukan. Masa di mana kita mengeluarkan kikikan gelak tawa. Namun, di detik-detik penghabisan bangku kuliah sangat menguras waktu kita sehingga tidak ada waktu kita untuk bersua. Tetap saja, walaupun kita tak bersua, mereka selalu saja ada di dalam hati ini, Mereka bak saudara yang selalu ada, walau tak ada raga di samping tapi ada jiwa yang merasuk ke mimpi di malam-malam yang indah.
Kerinduan ini membawa aku menghayal dan mengingat rangkaian adegan yang telah kita lalui bersama. Itu sudah membuat aku menyenangkan hatiku dan membuat aku tersenyum manis ketika impian-impian yang kita lontarkan. Dengan harapan, impian kita kelak terwujud. Amin.
Angin, katakan pada mereka aku merindukannya. Dan aku yakin, mereka juga merasakan hal serupa. Aku tak bisa mengeluarkan kikikan gelak tawa yang lepas seperti bersama mereka. Aku yakin, ada waktunya nanti di saat kita mengeluarkan kikikan gelak tawa itu. kikikan yang dapat menyebarkan ke semua orang yang berada di sekitar kita. Miss You
